Wah, beberapa saat lalu terjadi diskusi seru nih… Mau ikutan? Coba baca dulu resume-nya…
Mido
Hmmmmm….
koq kayakx bbrapa wktu nie sepi2 ajah ya…
aq mw bkin Masalah lg ah…
Gni:
Kan umumx smuax pada tw lagu jadul kita yang berjudul Balonku…
nah aq mw nyanyi y….
Balonku ada lima
rupa – rupa warnax..
Merah, kuning, kelabu,merah muda dan biru…
meletus balon hijau(dor!!!)
hatiku sangat kacau…
Balonku tinggal empat..
kupegang erat – erat…
nah,
sekarang pertanyaanx…
bagi sapapun yang merasa bisa jawab y…
“Balon Ijox Dapet drmn?”
jujur…
mw pake Quod Erat Demonstrandum
One Truth Prevail
aq masi g tw jawabanx…
yang jelas,
fenomena ini masi tetap terjadi sampai sekarang
Robby
Mido KentuloO…
GeJe…
Masa’ ga ada yg bisa jawab sie…
parah bgt…
Randa
sebenarnya balonnya itu ada dua yang meledak,
biru ma kuning, tapi karena repot ngomongnya,
ya warnanya di gabung aja,
truz jadi ijo,
nah klo masalah dia bilang balonnya tinggal 4,
itu mungkin di karenakan lupa, bis dia ngomong yang meletus balon ijo,
padahal yang meletus ada 2,
ya maklumlah budaya latah,
klo jawaban ini masih salah,
jawaban yg atu nya lagi nih,
yang salah yang nyiptain lagunya tuh,
perasaan klo ku dlu nyanyinya gx kaya gt deh,
klo ku dlu ky gini,
hijau, kuning, kelabu, merah muda, dan biru,
tapi karena lagu itu di boomingkan lagi oleh seorang dokter yang menyanyikan lagu itu dengan agak jazzy gt, liriknya salah buat,
sak no rek, dokter e koq rodo bodoh ngono, kasian pasien e rek,
Emak
sbnrny yg mletus tu biru
mungkin orgny org madura
jd dia bilang ijo
mungkin kalee y
![]()
Rizky
Wah wah…
Lagu ini pernah dibahas sama dosenku waktu kuliah Psikologi Sosial lo…
Katanya gini…
“Tahu nggak, sejak kecil kita tuh sudah diajarin korupsi… ya lewat lagu Balonku itu…”
Tapi telah kuselidiki… ternyata lagu itu ada dua versi Do..
Ada yang
Merah, kuning, kelabu, merah muda, dan biru..
Tapi ada juga teman2 yg nyanyi
Hijau, kuning, kelabu, merah muda, dan biru..
Gitu……..
Piye??
Hanu
Di tempatnya Rizky dibahas sama dosen, di tempatku dibahas sama temen2ku.
Beberapa lagu anak Indonesia kurang mendidik, contohnya ya lagu ini. Dapet darimana balon hijaunya???
Ada lagi lagu “Topi Saya Bundar” dan lagu “Burung Kakaktua”. Kalo diperhatikan dengan seksama, kedua lagu ini punya irama/melodi yang sama. Coba aja kalo nggak percaya.
Kembali ke topik…
Kalo memang ada 2 versi, ya balon hijau dateng dari versi yang ada hijaunya
Tapi apa jadinya kalo versi aslinya *sebelum disesuaikan karena sadar nggak ada balon hijaunya* yang pertama???
Ada beberapa kemungkinan:
1. sesuai kata Randa, balon yang meletus itu balon kuning dan biru, tapi salah satu balon tersebut bukan punya “aku”. Entah balon siapa yang meletus. Jadi, balon”ku” tetep jadi 4 dan memang balon hijau yang meletus.
2. balon hijau orang lain yang meletus. Nah, kenapa balon”ku” tinggal 4??? Artinya balon”ku” juga meletus satu, entah balon yang mana. Jadi, pas, balon tinggal 4 dan ada balon hijau yang meletus.
3. seperti pada nomor 2, balon hijau orang lain lah yang meletus. Tapi balon”ku” nggak meletus satu. Yang terjadi balon”ku” salah satu lepas dari genggaman karena kaget ada letusan balon. Nah, makanya ada lirik:
“hatiku sangat kacau…
Balonku tinggal empat..
kupegang erat – erat…:
“hatiku sangat kacau” karena kaget, “Balonku tinggal empat” lepas satu karena kaget, “kupegang erat-erat” supaya nggak ada lagi yang lepas.
Q.E.D.
Jadi menurutku, kemungkinan terbesar adalah nomor 3.
NOTE:
masalah lagu “Balonku” aja bisa jadi sepanjang ini, apalagi kalo ngomongin masalah korupsi.
Mido
hwahahaha…
sep2…
lumayan2…
banyak yg cukup perhatian mengenai perkembangan budaya yang salah di negeri kita ini…
ada baikx jika kita mulai analisis bersama..
| Quote: |
|
seperti yang kita tau bersama.. Lagu “Balonku” adalah salah satu lagu Anonim yang cukup diterima di kalangan anak kecil negeri ini… pertama: Kedua: dan juga Masih diikuti beberapa alasan lainnya.. |
kembali ke topik utama…
Lagu tersebut…
sudah cukup lama populer di kalangan siapapun…
Ada suatu berita dari Narasumber yang cukup terpercaya..
dy mengatakan..
seperti yang rizki bilang…
dulux lagu ini berlirik..
Merah Kuning Kelabu…………….
Nah,Ternyata ada juga para Orang terpelajar yang tertarik menganalisa lagu yang telah mengakar di negri ini…
dy adalah salah satu umat manusia yang peduli akan kelangsungan budaya yang salah yang diterima oleh anak kita…
nah,akhirx,
perlahan2 dy mlai mensosialisasikan Lirik baru yang perlahan2 mlai membuat akar yang baru…
terutama yang dikarenakan hampir miripx lagu2 itu..
Nah,,
setelah beberapa dekade Berlalu…
masih banyak pula para Insan Yang cukup peduli akan berbagai lagu2 di kalangan anak anak..
mereka membahas mlai Lagu ini,
sampai berbagai lagu anak anak lainnya…
Mereka menemukan berbagai kejanggalan di lagu ini…
seperti Kenapa harus dipegang erat2…
padahal kan meletus…
bukanx ga ada hubunganx..
nah,
mengenai pendapat Hanu tadi..
dari beberapa pakar,
mengatakan sebaikx kita tidak membuat asumsi Baru
| Quote: |
|
ada balon orang lain yang meletus |
karena jika begitu,
aka sama aja ama buat lagu baru…
jadi lebih baik kita memakai data2 yang sudah ada saja…
aq sudah bilang…
Petunjukx ada di soalx…
yaa,
itu juga karna benerx aq g tw pasti jawabanx..
aq minta kalian menganalisisx,
tanpa memberikan asumsi baru yang tidak ada pada lagux..
hanu juga bilang satu hal yang membuatQ merasa aneh pada saat menelaah lagu ini
| Quote: |
|
kupegang erat erat |
nah,secara logika orang dewasa,
kan balon meletus ga perlu dipegang erat2..
tapi,kemudian aq melakukan kebiasaan lamaku…
aq anggep aja driku anak kecil itu..
Kalo aq jadi anak kecil itu…
jelaslah aq pegang erat2,
soalx,bagiku saat itu…
Balon itu adalah hartaQ yang sangat berharga bagiku..
dan aq g mw kehilanganx lagi(secara y,anak kecil nganggepx dengan memeluk erat2,g akan kehilangan dy kan)
contohx aja anak yang kehilangan Orang yang disayangix…
dy pasti akan meluk orang itu tanpa mw ngelepasinx…
nah,
makax…
kan aq bilang jg,
aq belum nemu jawabanx…
entah One truth Prevail
Atau Quod Erat Demonstrandum
Randa
waduh kq tambah ribet,
yo wis tak belien ae balon e maneh,
biar jadi 5 maneh,
gx usah nangis tah,
hohoho,
Hanu
| Mido wrote on Thu, 17 July 2008 11:21 | ||
|
nah,
karena jika begitu, |
Bukan membuat keadaan baru, tapi asumsi keadaan.
Dari liriknya:
| Quote |
|
…meletus balon hijau (dor!!!)… |
Nggak jelas kan, balon hijau siapa yang meletus. Jadi kita bisa buat asumsi itu tanpa mengubah lagunya.
Robby
tolong dibedakan mengenai kebiasaan yang salah dengan fakta sebenarnya..
kebanyakan orang menyanyikan lagunya dengan “merah kuning kelabu” daripada “hijau kuning kelabu” adalah karena warna merah adalah warna yang lebih dominan dari warna hijau…
dan daripada bingung2…
knapa g tanya om Google aja…
dan kebanyakan orang terjerumus karena dalam lagu Tompi juga jelas2 terdapat kesalah tersebut, katanya om Google sie.. he..he..
(mang tompi pernah nyanyi lagu gituan ya..???)
untuk lebih jelasnya… “JUST GOOGLE IT”
Rizky
| XIX wrote on Thu, 17 July 2008 00:30 |
|
7. “… kupegang erat-erat.”: kenapa nggak ada yang tanya “kalo balon “ku” memang meletus, kenapa balon sisanya harus “dipegang erat-erat”? Kan nggak ada hubungannya, pegangan sama balon meletus? |
Nah analisis ini jg bisa benar.. aku juga dulu bingung apa hubungannya
“balonku meletus”
dengan
“kemudian kupegang erat-erat yang lainnya”
Composernya cerdas!
Menciptakan lagu sekaligus mengasah kekritisan anak2
Mungkin inilah yang ia harapkan… Sebuah perdebatan….
Tapi kenyataannya itulah kita…
Mungkin anak2 yang selama ini menerima begitu saja lagu itu tanpa ketertarikan untuk protes itulah miniatur dari masyarakat Indonesia yang mungkin sebagian besar lebih memilih menerima begitu saja suatu produk (bisa diartikan dalam banyak hal, misal: ilmu, informasi, berita, atau apapun lah…) daripada menggunakan kekritisan sebelum “mengkonsumsinya”…
Iya nggak??
Kalau untuk membahas lagu Balonku aja kita bisa sekritis ini.. kenapa tidak kita lanjutkan untuk mengkritisi banyak hal yang terjadi di sekitar kita..??
Skeptis dalam batasan wajar itu terkadang perlu juga…
(Misal nih, kenapa ya.. kasus korupsi terbongkarnya kebanyakan telat gitu.. udah berapa tahun dan besar kerugiannya baru “konangan”.. hahaha…..)
Untuk sebuah perubahan ke arah yang lebih baik…
Kalo topik menarik ini kumasukkan ke blog Fourteam gimana menurut kalian..??
Hanu
| Rizky wrote on Mon, 21 July 2008 00:27 |
|
“balonku meletus” |
Kayaknya di lagu ini nggak ada yang bilang kalo balon yang meletus itu balon-”ku”??? Di liriknya cuma ada kata-kata “meletus balon hijau”. Entah balon siapa kan?
Anehnya, nggak ada yang nganggep ini aneh, bahkan sampai orang-orang dewasa.
| Rizky wrote on Mon, 21 July 2008 00:27 |
|
Composernya cerdas! |
Sayangnya lagu ini anonim. Alias sang komposer nggak mau “jati diri”-nya terungkap *weleh kata2ne*. Dan siapakan komposer cerdas ini???
Dan siapakan komposer yang mengubah *mungkin* liriknya jadi “hijau, kuning, kelabu,…” tanpa tahu maksud komposer yang sebenarnya???
TIDAK ADA YANG TAHU….
To Rizky:
Udah, kalo mau nge-post thread lain, di-post aja. Pasti ada aja yang nge-respon.
Rizky
To Hanu… Ya… memang secara redaksional begitu…. ga jelas balon siapa….
Tapi sebagian besar menginterpretasikan balon yang meletus itu sebagai “baloinku”. Iya kan?
Jadi asumsikan saja itu “balonku”. Aku cuma mau nunjukin bahwa hampir ga ada hubungannya “balon meletus” dengan “kupegang erat2″…..
Posted by fourteamprimitiph