Puisi Kontemporer Siapa Nih…???

Negaraku, Benar-benar…


Negaraku paru-paru dunia.
Benar?
Benar, negaraku benar-benar polusi bagi dunia.

Negaraku surga dunia, jamrud di katulistiwa.
Benar?
Benar, negaraku benar-benar surga bagi koruptor.

Negaraku negara agraris.
Benar?
Benar, petanipun benar-benar melarat di negaraku.

Negaraku memelihara anak-anak terlantar dan fakir miskin
Benar?
Benar, pejabat dan koruptor benar-benar dipelihara oleh negaraku.

Negaraku benar-benar makmur.
Benar?
Benar, bencana alam dan penyakit benar-benar makmur di negaraku tercinta ini.

Akankah negaraku ini dapat berubah?
Pasti.
Siapa yang dapat merubahnya?
Kami, arek-arek Smalane.

Puisi kontemporer milik siapakah ini??? Hehehe… maaf ya.. asal comot…

4 Responses to “Puisi Kontemporer Siapa Nih…???”

  1. Z Says:

    Aduh2…

    Dadi eling jaman2 UAN bahasa Indonesia,,

    “Apakah amanah dari puisi diatas ??”
    Ha3!n_n!

    Gak ngerti aku sopo sing ngarang !

  2. aimar007 Says:

    waktu baca puisi ini, yg terpikir p’tama kali adlh puisi ini bisa dikirim ke presiden sby kalo perlu…
    mgkn semua org setuju kalo dibilang negara kita lg krisis multidimensi dan indonesia sedang berada di lembah kulminasi yang boleh dikatakan terparah….
    tp jangan b’kecil hati, teman2. dengan berbagai macam keterbatasan, bukan berarti kita tidak bisa bangkit. Bukankah selama bumi perputar, selama mentari masih terbit dari timur ke barat dan setia menerangi bumi, selama jantung masih berdetak dan selama Tuhan masih menghendaki adanya sebuah atau lebih perubahan, kita masih bisa bangkit bahkan dari lembah yang paling nista sekalipun…
    Teman2, kita mgkn msh ingat sebuah pepatah “Pemuda adalah harapan bangsa”. Jika ya, kita lah harapan itu, kt lah yang kelak akan mengubah indonesia menjadi lebih baik, bukan malah merusak dan menenggelamkan bangsa ini…
    Beberapa hari yg lalu, kita merayakan satu abad kebangkitan nasional bahkan di TV disiarkan acara menyambut satu abad kebangkitan RI secara meriah dan besar-besaran. Kita boleh merasa euphoria akan hal ini, tapi janganlah kita melupakan bahwa kita masih punya tugas dan kewajiban yang harus dilaksanakan
    Tengoklah fakta sejarah bahwa INDONESIA bisa bangkit melawan penjajah dan menjadi negara teladan bagi negara-negara di dunia. Kenapa kita sekarang hanya berdiam diri dan saling melempar tanggung jawab?
    Kawan, ayo kita bangun, ayo kita bangkit melawan segala keterpurukan bangsa ini! Memang kita belum menjadi apa-apa dan belum bisa apa-apa, tapi mari kita mulai setapak langkah yang lebih maju untuk membangun negeri ini dan menunjukka pada dunia bahwa kita bisa bangkit….!
    Wassalam
    (Inspired from my best friend, Pambudi)

  3. Rizky Psychology Says:

    Yup!! Ni puisi karya teman baik kita juga…

    KAKEKZ!!

    Puisi, bisa jadi sebuah refleksi… introspeksi…

    Ga perlu dicari amanat… Toh ini bukan pelajaran BI,,
    cukup DIMAKNAI…

  4. Raafi Says:

    subhanallah keren banget puisinye kakekku tcinta…hehehehe…..

    semoga bisa menjadi semangat buat kita semua para smalane…tuk membawa negeri ini kearah yang lebih baik….amin….

Leave a Reply